Archive Pages Design$type=blogging$count=7

Sejarah Randai yang Patut kita ketahui | Minangkabau

Sumber : Eldikinanda
Sejarah randai menjadi tradisi Minangkabau dimulai ketika Masyarakat Pariangan Padang Panjang ketika mereka berhasil menangkap rusa yang keluar dari laut. Mereka melakukan antraksi randai dengan tujuan menyampaikan pesan bahwasanya mereka telah berhasil mencapai tujuan mereka.

    Randai sendiri merupakan sebuah tradisi minangkabau yang memadukan berbagai kesenian seperti seni tari, musik, lagu, drama dan silat. Selain itu randai biasanya dimaikan oleh beberapa orang atau berkelompok dimana di dalam randai tersebut terdapat cerita yang dibawakan oleh pemainnya  dan alur ceritanya di ikuti dengan gurindam. dan cerita yang dimainkan seperti cerita Cindua Mato, Gadih Ranti, Malin Deman dan lain-lain sebaginya.

    Biasanya dalam randai memiliki pemeran utama satu orang atau lebih, tergantung dari jalan ceritanya. ketika melakukan antraksi randai, biasanya pemeran utama akan dikelilingi oleh anggota lainnya dengan cara duduk bersila atau basimpuah bagi perempuan. Dan saat itu lah akan terjadinya drama antara tokoh utama dan tokoh pendukung lainnya. dan tujuan dari anggota yang mengelilingi tokoh utama itu adalah untuk menyemarakkan acara tersebut.

    Untuk sekedar diketahui, sebagian besar randai dimainkan oleh laki-laki. Hal ini dikarenakan memainkan randai membutuhkan stamina yang kuat agar mampu menjalankan randai dari awal sampai akhir. Dan waktu dalam menyelesaikan randai pun tergantung dari ceritanya, dan kebanyakan untuk menyelesaikan randai dalam waktu 1 (satu) sampai 5 (lima) Jam.

    Pada saat sekarang ini, randai merupakan salah satu tradisi yang sudah asing bagi Masyarakat Minangkabau. Hal ini dikarenakan bergesarnya orientasi kesenian atau kegemaran dari generasi tersebut. Dan ditambah lagi pada saat sekarang ini randai sudah sangat jarang dimainkan oleh Masyarakat Minangkabau. Mungkin ada beberapa daerah yang masih melestarikan tradisi Minangkabau ini.

    Pada awalnya randai merupakan sebuah media untuk menyampaikan kaba (kabar) atau cerita rakyat melalui gurindam atau syair yang di dendangkan dan tarian yang bersumber dari gerakan-gerakan silat Minangkabau. Namun dengan berjalan nya waktu randai mulai mengadopsi berbagai macam gaya penokohan dan dialog dalam sandiwara-sandiwaranya.

    Nah itulah sedikit sejarah dari randai yang sudah penulis tulis berdasarkan beberapa referensi dan tanya jawab dengan perandai yang kebetulan ada di sekitar penulis. thanks for waching :)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Install aplikasi Pituluik Media

Tambahkan aplikasi Pituluik Media di smartphone tanpa install, buka Pituluik Media dengan browser Chrome di smartphone lalu klik ikon 3 titikdi browser kemudian pilih "Tambahkan ke layar utama". Selanjutnya klik aplikasi Pituluik Media dari layar utama smartphone Anda.