Archive Pages Design$type=blogging$count=7

Mengenal dan Menelusuri Jejak Syekh Sulaiman Arrasuli atau Inyiak Canduang


Ada banyak sekali tokoh-tokoh Minangkabau yang terkenal, dimana mereka-mereka ini sebagian besar merupakan seorang ulama sekaligus orang yang disegani di tanah Minangkabau. Contohnya saja seperti Tuanku Imam Bonjol, Agus Salim, Rasuna Said dan beberapa tokoh Minangkabau lainnya.

Syekh Sulaiman Arrasuli

Salah satu tokoh Minang yang berjasa dalam pengembangan ajaran agama Islam di daerah Candung, Sumatera Barat adalah Syekh Sulaiman Arrasuli atau sering juga dipanggil Inyiak Canduang. Beliau merupakan seorang ulama yang membuat Pondok Pesantren Madrasah Tarbiah Islamiah Candung.
Foto Tahun 2012

Pondok Pesantren Madrasah Tarbiah Islamiah Candung

Pondok Pesantren ini merupakan salah satu tempat yang mengajarkan pendalaman tentang agama Islam kepada anak-anak Candung dan Sekitarnya. Pesantren ini sudah didirikan kurang lebih 100 tahun dan sampai dengan saat ini masih berdiri dan terkenal di Sumatera Barat.

Salah satu yang menjadi kelebihan sekolah pesantren ini dari sekolah-sekolah lainnya adalah disini juga mengajarkan Kitap Kuning atau Kitap Gundul.  Selain itu jika datang ke pesantren ini kita juga akan disuguhkan pemandangan yang indah karena latar belakang dari pondok pesantren ini merupakan Gunung Merapi yang menjulang tinggi.

Disaat akan memasuki kawasan pesantren ini nuansa Islami akan terasa dan di depan gerbang masuk pesantren ini juga terdapat pos satpam, dimana di pos tesebut terdapat tulisan " Warning Kawasan Wajib Busana Muslim". Setelah memasuki pesantren kita akan melihat halaman yang berbentuk leter U, di dekat situlah makan Syekh Sulaiman Arrasuli atau Inyiak Canduang dimakamkan.

Makam Inyiak Canduang ini berdekatan dengan Kantor Pesantren. Dan ketika kita mendekati makam, di nisannya tertulis Syekh Soelaiman Arrasulli bin Muhammad Rasoel, lahir 10 Desember 1871, wafat 1 Agustus 1970, atau wafat di usia 99 tahun. Di batu yang lain juga tertulis; 30 tahun menjadi guru besar dalam agama Islam (1908-1938).

Disebelah Makam terdapat batu besar yang disana terdapat pesan dari pendiri pondok pesantren ini. Pesannya berisi "Teruskan Membina Tarbiyah Islamiyah Ini Sesoeai dengan Peladjaran yang Koe-berikan".

Saat sekarang ini pesantren ini sudah terkenal di Nusantara. Banyak siswanya yang datang dari berbagai provinsi untuk menimba ilmu di pesantren ini. Pada saat sekarang ini ada sekitar 900 orang siswa yang belajar di pondok pesantren ini dan juga terdapat 30 lokal yang didirikan untuk menampung semua siswa-siswi disana. Selain itu Guru-Guru disana merupakan guru-guru yang profesional dibidangnya, sehingga hal ini lah yang membuat daya tarik pesantren ini semakin meningkat.

Surau Inyiak Canduang

Diseberang pesantren ini tepatnya berada dibelakang Masjid Inyiak Canduang terdapat sebuah Surau yang merupakan dahulunya adalah salah satu tempat Inyiak Canduang mengajarkan ilmu agama. Beliau mengajar disana diperkirakan tahun 1932 sebelum mendirikan pesantren.

Terdapat dua surau yang menjadi tempat mengajar Inyak Canduang dahulunya. Kondisi kedua surau tersebut sudah lapuk dan salah satunya sekarang direnovasi dan dijadikan sebagai asrama santri laki-laki.

Menguasai 11 Bahasa

Inyiak Canduang merupakan sosok ulama besar yang memiliki latar belakang pendidikan yang tinggi di masanya. Beliau pernah belajar di 11 (sebelas) negara diantaranya seperti Negara Mesir dan Yaman.

Selain itu beliau juga menguasai  11 bahasa diantaranya seerti bahasa Arab, Inggris, Prancis, Jepang, Belanda, China dan beberapa negara lainnya. Nah itulah sedikit pembahasan mengenai Syekh Sulaiman Arrasuli, semoga artikel ini bermanfaat. Tanks and regard

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel