Skip to main content

Tradisi Bajapuik di Pariaman Sumatera Barat

Pendahuluan

Pariaman adalah salah satu daerah di Sumatera Barant yang memiliki wilayah yang luas. Sehingga kota ini dijuluki oleh masyarakat Minang sebagai "Piaman Laweh".

Selain itu Pariaman juga terkenal dengan sebuah tradisi yang setiap tahunnya di adakan yaitunya tradisi Tabuik. Tradisi unik lainnya yang ada di Pariaman adalah Tradisi Bajapuik (tradisi dijemput).

Tradisi Bajapuik

Tradisi Bajapuik atau dalam Bahasa Indonesia Tradisi Dijemput adalah sebuah tradisi pernikahan yang menjadi sebuah ciri khas daearah Pariaman. Tradisi ini pun masih berlangsung sampai dengan saat sekarang in.

Bajapuik merupakan sesuatu hal yang dipandang masyarakat Pariaman sebagai kewajiban pihak perempuan yang akan menikah dengan laki-laki yang berasal dari Pariaman. Dalam tradisi ini pihak perempuan diharuskan menyiapkan sejumlah uang untuk menjemput sang laki-laki sebelum waktu pernikahan.

Jumlah uang yang diberikan pun tergantung dari status sosial dari sang laki-laki yang akan dinikahi. Jika si laki-laki hanya seorang memiliki pekerjaan serabutan seperti ke ladang uang jemputannya hanya sedikit. Namun jika sang laki-laki merupakan seorang dokter maka uang jemputannya bisa sampai puluhan juta.

Adapun tradisi Bajapuik dan besaran uang yang harus di bayar pihak wanita tergantung kepada negosiasi antara niniak mamak kedua belah pihak yaitu pihak laki-laki dan perempuan.

Konflik Tentang Tradisi Bajapuik

Adapun konflik yang sering terjadi dalam pelaksanaan tradisi ini adalah ketidak tahuan orang terhadap manfaat dan tujuan dari pelaksanaan tradisi ini. Dan sebagian orang juga ada yang menilai bahwa tradisi ini akan menyusahkan dan dapat menjadi penghambat bagi pasangan yang ingin menikah.
Sama halnya dengan salah satu tradisi Minang yang berasal dari Payakumbuh yaitunya tradisi ma isi sasuuik. Banyak orang yang salah kaprah memahami tradisi ini, dan menilai tradisi ini juga dapat menghambat pasangan yang ingin menikah. Sampai-sampai dibuatlah sebuah film dengan judul SALISIAH ADAIK untuk menjelaskan tentang kedua tradisi yang bertentangan ini.

Penutup

Setiap apa-apa yang di ajarkan oleh orang tua pasti ada manfaatnya bagi kita, begitu juga tradisi yang di ajarkan oleh para leluhur kita dahulu. Setiap tradisi tersebut pasti ada makna dan manfaatnya serta berguna bagi generasi penerusnya. 

Adapun tradisi-tradisi yang bertentangan dengan agama ataupun kehidupan, pada dasarnya tradisi tersebut dapat dirubah ke arah yang lebih baik. Contohnya saja seperti tradisi tari piring yang dahulunya merupakan tradisi untuk pemujaan kepada dewa. Namun semenjak agama Islam masuk ke Minangkabau merubah tradisi tersebut menjadi sebuah seni tari untuk menghibur setiap orang yang melihatnya.

Comment Policy: Tulislah komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui oleh ADMIN.
Buka Komentar
Tutup Komentar