-->

Tradisi Ma Isi Sasuduik (Mengisi Sesudut) Payakumbuh

Pendahuluan

Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki banyak sekali entnis dan budaya. Dimana sebagian besar etnis yang ada di Indonesia memiliki banyak sekali tradisi yang menarik dan unik yang seharusnya kita pelajari. 

Sebagian besar tradisi-tradisi tersebut sudah ada sejak zaman dahulu. Walaupun negara Indonesia pernah di jajah selama ratusan tahun, namun tradisi ini tetap dijaga masyarakat Indonesia.

Salah satu etnis yang cukup populer di Indonesia adalah Minangkabau. Minangkabau itu sendiri merupakan salah satu etnis yang memiliki wilayah teritorial di Indonesia dan Malaysia.
Adapun Minangkabau memiliki banyak sekali tradisi dan budaya yang musti kita pelajari, karena tradisi dan budaya yang masih dijalankan masyarakatnya sampai saat ini memiliki pesan-pesan moral dan tujuan tersendiri.

Ma Isi Sasuduik

Ma isi sasuduik merupakan salah satu tradisi Minangkabau yang berkembang di daerah Payakumbuh. Tradisi Ma Isi Sasuduik biasanya akan dilaksanakan ketika ada pasangan yang pihak wanitanya berasal dari Payakumbuh.

Dalam tradisi Ma Isi Sasuduik pihak pria diharuskan membayar sejumlah uang kepada pihak wanita. Uang tersebut fungsinya adalah sesuai dengan nama tradisi tersebut yaitu ma isi sasuduik, dimana ma isi sasuduik yang dimaksudkan adalah membayarkan sejumlah uang untuk membeli perlengkapan yang ada di kamar calon pengantin.
Sumber Gambar: Mtra Mebel
Contohnya saja seperti lemari, kasur, dan berbagai macam kelengkapan kamar lainnya. Namun dalam hal ini, biasanya kedua belah pihak yaitunya pihak perempuan dan pihak pria akan berembuk terlebih dahulu berapa biaya yang harus disiapkan pihak pria.
Dalam prosesi perembukan ini biasanya yang akan ikut adalah niniak dan mamak dari kedua belah pihak. Biasanya ada pihak wanita yang meminta biaya yang tinggi dan ada juga yang meminta biaya yang rendah sampai tanpa biaya.

Konflik Tentang Ma Isi Sasuduik

Adapun konflik yang sering terjadi dalam pelaksanaan tradisi ini adalah ketidak tahuan pihak pria dalam pelaksanaan tradisi ini. Dan sebagian orang juga ada yang menilai bahwa tradisi ini akan menyusahkan dan dapat menjadi penghambat bagi pasangan yang ingin menikah.

Sama halnya dengan salah satu tradisi Minang yang berasal dari Pariaman yaitunya tradisi bajapuik. Banyak orang yang salah kaprah memahami tradisi ini, dan menilai tradisi ini juga dapat menghambat pasangan yang ingin menikah. Sampai-sampai dibuatlah sebuah film dengan judul SALISIAH ADAIK untuk menjelaskan tentang kedua tradisi yang bertentangan ini.

Penutup

Setiap apa-apa yang di ajarkan oleh orang tua pasti ada manfaatnya bagi kita, begitu juga tradisi yang di ajarkan oleh para leluhur kita dahulu. Setiap tradisi tersebut pasti ada makna dan manfaatnya serta berguna bagi generasi penerusnya. 

Adapun tradisi-tradisi yang bertentangan dengan agama ataupun kehidupan, pada dasarnya tradisi tersebut dapat dirubah ke arah yang lebih baik. Contohnya saja seperti tradisi tari piring yang dahulunya merupakan tradisi untuk pemujaan kepada dewa. Namun semenjak agama Islam masuk ke Minangkabau merubah tradisi tersebut menjadi sebuah seni tari untuk menghibur setiap orang yang melihatnya.
BERIKAN KOMENTAR ()
 
wisata tradisi game kuliner