Archive Pages Design$type=blogging$count=7

Cara Beternak Ayam Buras

Cara Beternak Ayam Buras

PENGANTAR

Perkembangan ayam buras (bukan ras) atau lebih dikenal dengan sebutan ayam kampung di Indonesia saat sekarang ini berkembang pesat. Ayam ini telah banyak dipelihara oleh peternak-peternak maupun masyarakat umum sebagai usaha atau pun untuk pemanfaatan pekarangan, pemenuhan gizi keluarga serta meningkatkan pendapatan.


Banyak orang yang tidak mengetahui cara pemeliharaan ayam buras secara baik dan benar. Sistem pemeliharaan yang dilakukan pun menggunakan sistem pemeliharaan tradisional, sehingga hanya menghasilkam produksi telur ayam buras sangat rendah, ± 60 butir/tahun/ekor.

Untuk dalam tahap pemeliharaan secara umum kita harus memperhatikan berat badan pejantan tak lebih dari 1,9 kg dan betina ± 1,2 ~ 1,5 kg, maka perlu diintensifkan. Pemeliharaan yang intensif pada ayam buras, dapat meningkatkan produksi telur dan daging, dapat mencegah wabah penyakit dan memudahkan tata laksana agar bisa mencapai produksi yang memuaskan.

Sistem pemeliharaan ayam buras sendiri meliputi : bibit, pemeliharaan, perkandangan, pakan dan pencegahan penyakit.

BIBIT


Bibit adalah cikal bakal dari ayam buras yang akan menjadi salah satu faktor utama dalam hasil produksi yang baik. Jika ayam tersebut berasal dari ayam pilihan dan bibit unggul tentu hasil yang didapatkan juga akan memuaskan, sebaliknya jika bibit ayam tersebut tidak baik kemungkinan ketika dipelihara ayam tersebut akan mati sebelum produksi, sakit dan hal-hal yang merugikan lainnya.

Berikut ini adalah Ciri-ciri bibit yang baik :

a.Ayam jantan

-Badan kuat dan panjang.
-Tulang supit rapat.
-Sayap kuat dan bulu-bulunya teratur rapih.
-Paruh bersih.
-Mata jernih.
-Kaki dan kuku bersih, sisik-sisik teratur.
-Terdapat taji.

b.Ayam betina (petelur) yang baik

-Kepala halus.
-Matanya terang/jernih.
-Mukanya sedang (tidak terlalu lebar).
-Paruh pendek dan kuat.
-Jengger dan pial halus.
-Badannya cukup besar dan perutnya luas.
-Jarak antara tulang dada dan tulang belakang ± 4 jari.
-Jarak antara tulang pubis ± 3 jari.

PEMELIHARAAN

Selanjutnya masuk ke sistem pemeliharaan ayam buras secara baik dan benar.

Ada 3 (tiga) sistem pemeliharaan :
a.Ekstensif (pemeliharaan secara tradisional = ayam dilepas dan mencari
pakan sendiri).
b.Semi intensif (ayam kadang-kadang diberi pakan tambahan).
c.Intensif (ayam dikandangkan dan diberi pakan).

Apabila dibedakan dari umurnya, ada beberapa macam pemeliharaan, yaitu :
a.Pemeliharaan anak ayam (starter) : 0 - 6 minggu, dimana anak ayam
sepenuhnya diserahkan kepada induk atau induk buatan.
b.Pemeliharaan ayam dara (grower) : 6 - 20 minggu.
c.Pemeliharaan masa bertelur (layer) : 21 minggu sampai afkir (± 2 tahun).
Untuk memperoleh telur tetas yang baik, diperlukan 1 (satu) ekor pejantan
melayani 9 (sembilan) ekor betina, sedangkan untuk menghasilkan telur
konsumsi, pejantan tidak diperlukan.

PERKANDANGAN

Cara Beternak Ayam Buras

Selain kita harus memperhatikan bibit dan cara pemeliharaan, hal yang harus kita perhatikan adalah  bagian kadang. Kandang yang dibuat senyaman mungkin untuk ayam-ayam tentu akan menurunkan tingkat stres mereka, sehingga hal ini nantinya akan berdampak pada produksi. 

Fungsi kandang yaitu :
a.Untuk tempat berteduh dari panas dan hujan.
b.Sebagai tempat bermalam.
c.Untuk memudahkan tata laksana.
Syarat kandang yang baik, yaitu :
a.Cukup mendapat sinar matahari.
b.Cukup mendapat angin atau udara segar.
c.Jauh dari kediaman rumah sendiri.
d.Bersih.
e.Sesuai kebutuhan (umur dan keadannya).
f.Kepadatan yang sesuai.
g.Kandang dibuat dari bahan yang murah, mudah didapat dan tahan lama.

Kepadatan kandang :
a.Anak ayam beserta induk : 1 - 2 m2
 untuk 20 - 25 ekor anak ayam dan 1 - 2 induk.
b.Ayam dara 1 m2 untuk 14 - 16 ekor.
c.Ayam masa bertelur, 1 - 2 m2  untuk 6 ekor dan pejantan 1 ekor.

PAKAN

Cara Beternak Ayam Buras

Pakan adalah hal terakhir yang harus sangat diperhatikan jika memelihara ayam buras.
Zat-zat makanan yang dibutuhkan terdiri dari : protein, energi, vitamin, mineral
dan air.  Adapun konsumsi pakan adalah sebagai berikut :
-Anak ayam dara15 gram/hari
-Minggu I-III30 gram/hari
-Minggu III-V60 gram/hari
-Minggu VI sampai menjelang bertelur80 gram/hari
-Induk100 gram/hari
Pemberian pakan adalah sehari dua kali, yaitu pagi dan sore, sedangkan untuk air minum diberikan setiap saat.

PENYAKIT DAN PENCEGAHAN

Berikut ini adalah penyakit dan cara pencegahannya:
1)ND = Necastle Desease = Tetelo
Pencegahan: lakukan vaksinasi ND secara teratur pada umur 4 hari, 4
minggu dan 4 bulan diulangi lagi setiap 4 bulan sekali.

2)Cacingan
Pencegahan : hindarkan pemeliharaan tradisional.

3)CRD (pernafasan)
Pengobatan : Chlortetacyclin (dosis 100-200 gr/ton ransum) atau tylosin
(dosis 800 -1000 gr/ton ransum).

4)Berak Darah
Pengobatan : Prepara Sulfa atau anyrolium dilarutkan dalam air minum, dosis 0,012 -0,024% untuk 3 - 5 hari.

5)Pilek
Pengobatan : sulfadimetoxine 0,05% dilarutkan dalam air minum selama 5 - 7 hari.
6)Cacar
Pencegahannya : vaksinasi 1 kali setelah lepas induk.

ANALISA USAHA AYAM BURAS

1)Pengeluaran
a.Bibit: 100 ekr x Rp. 12.000,-Rp. 1.200.000,-
b.Pakan100 ekr x 360 hr x 100 gr x Rp. 491,- / 1000Rp. 1.767.600,-
c.Penyusutan kandang/th Rp. 500.000: Rp. 50.000/2 thRp.    225.000,-
d.Tenaga kerja: 12 x Rp. 150.000,- /bulanRp. 1.800.000,-
e.Vaksin dan Obat: 100 ekr x 4 kali x Rp. 50,-Rp.      20.000,-
Total 1)Rp. 5.012.600,-

2)Pendapatan
a)Penjualan telur/th 95%x100 ek x 25% x 360 hr x Rp. 300,-Rp 2.565.000,-
b)Penjualan kotoran ayam/th 25 grx95 ekrx360 x Rp. 2.000,-Rp.     34.200,-
c)Penjualan ayam afkir: 95 ekr x Rp. 13.500,-Rp. 1.282.500,-
Total 2) Rp. 3.881.700,-

Penghasilan/tahun: pendapatan - pengeluaran-Rp. 1.130.900,-
Karena keuntungannya negatif, maka sebaiknya untuk pemeliharaan 100 ekor
ayam, tenaga kerja cukup ditangani oleh peternak, sehingga biaya untuk
tenaga kerja Rp. 0,-.  Dengan kata lain, untuk pemeliharaan 100 ekor ayam :
a.PengeluaranRp. 3.212.600,-
b.PendapatanRp. 3.881.700,-
c.KeuntunganRp.    669.100,-
keuntungan/blnRp.      55.758,-

Asumsi harga pasaran bulan Februari 2019
1.Harga bibit siap telur/ekorRp. 12.000,-
2.Harga telur/butirRp.      300,-
3.Harga pakan, dengan susunan:
                                     30 kg pakanRp. 300,- /kg
                                     50 kg pakan layer (441)Rp. 605,- /kg
                                     1 kg mineral Rp. 500,- /kg
4.Harga ayam apkirRp. 13.500,-
5.Harga kotoran ayam 1 karung (50 kg)Rp.   2.000,-
6.Mortalitas (kematian)5%
7.Produktivitas telur25%
8.Biaya kandang ayam perekorRp .  5.000,-
9.Biaya vaksin & obat perekorRp.        50,-

Nah itulah sedikit artikel yang penulis dapat jabarkan, semoga informasi ini bermanfaat. Informasi ini penulis dapat dari berbagai sumber.

Pituluik media

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Install aplikasi Pituluik Media

Tambahkan aplikasi Pituluik Media di smartphone tanpa install, buka Pituluik Media dengan browser Chrome di smartphone lalu klik ikon 3 titikdi browser kemudian pilih "Tambahkan ke layar utama". Selanjutnya klik aplikasi Pituluik Media dari layar utama smartphone Anda.