• Jelajahi

    Copyright © Pituluik Media
    Pituluik Media

    Iklan

    10 Manfaat Sehat Asparagus untuk Tubuh

    Pituluik Media
    Sunday, November 10, 2019, November 10, 2019 WIB Last Updated 2019-11-10T14:41:24Z
    Asparagus punya banyak manfaat, seperti: mengurangi resiko diabetes, dan penyakit jantung, serta meningkatkan kesehatan kulit dan rambut, meningkatkan energi, juga membantu menurunkan berat badan.
    Banyak penelitian menunjukkan bahwa meningkatkan konsumsi sayuran seperti asparagus bisa mengurangi resiko diabetes, dan penyakit jantung, serta meningkatkan kesehatan kulit dan rambut, meningkatkan energi, juga membantu menurunkan berat badan.

    Mengkonsumsi berbagai jenis buah dan sayuran sudah sejak lama dikaitkan dengan pengurangan resiko berbagai masalah kesehatan yang berhubungan dengan gaya hidup.
    10 Manfaat Sehat dari Asparagus untuk Kesehatan Tubuh

    1. Asparagus memiliki manfaat anti-aging

    Hal luar biasa dari anti-oksidan glutathione dalam asparagus adalah membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat paparan sinar matahari dan polusi.

    Berdasarkan artikel dalam jurnal The Lancet yang dikeluarkan tahun 1998, anti-oksidan glutathione bisa memperlambat proses penuaan. Dan folate yang disediakan oleh asparagus bekerja bersama vitamin B12 untuk mencegah penurunan fungsi kognitif.


    2. Asparagus untuk kesehatan pencernaan

    Asparagus mengandung jumlah nutrient inulin yang tinggi. Inulin adalah sejenis karbohidrat kompleks yang umum dikenal sebagai prebiotik. Inulin baru bisa dicerna jika sudah mencapai usus besar, di mana inulin dimakan oleh bakteri baik seperti Lactobacilli. Inulin yang sudah dicerna ini membantu meningkatkan penyerapan nutrisi dan mengurangi resiko kanker perut, dan alergi. 

    Asparagus juga menyediakan serat diet, dan memiliki kandungan laksatif yang membantu memperlancar fungsi usus besar. Bersama dengan pencernaan yang sehat, serat juga membantu menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh.


    3. Asparagus mencegah kanker

    Asparagus racemosus atau asparagus liar mengandung phytonutrient tertentu yang dikenal sebagai saponin. Penelitian telah menunjukkan bahwa saponin dari asparagus memiliki senyawa anti-kanker dan anti-inflamasi.

    Asparagus juga membantu meningkatkan kadar glutathione, dan anti-oksidan yang berperan penting dalam pencegahan berbagai penyakit seperti HIV, AIDS, Alzheimer, anemia, kanker, diabetes, fibrosis kistik, dan berbagai jenis gangguan jantung.


    4. Asparagus untuk kesehatan jantung

    Satu gelas asparagus memiliki lebih dari 1 gram serat larut yang menurunkan resiko penyakit jantung, dan amino acid yang membantu membersihkan tubuh dari kelebihan garam. Asparagus juga memiliki efek anti-inflamasi dan kadar anti-oksidan tinggi yang bisa membantu mengurangi resiko penyakit jantung. 


    5. Asparagus untuk menjaga kesehatan di masa kehamilan 

    Asparagus mengandung folate dan folic acid tinggi yang baik untuk kehamilan. Folate membantu mengurangi resiko berat badan kurang dan lahir cacat pada janin, folate juga penting untuk pertumbuhan neuronal pada janin, membantu mengurangi komplikasi edema atau penimbunan air dalam jaringan tubuh.

    Folic acid penting untuk wanita hamil dalam melindungi janin dari keguguran, dan kerusakan pembuluh syaraf. 

    Ada yang menyebut bahwa kandungan laksatif dalam asparagus tidak baik untuk kehamilan. Namun begitu, mengkonsumsi asparagus dalam jumlah kecil di masa kehamilan tidak berbahaya bagi janin.

    Karena itu, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai dosis asparagus yang baik dikonsumsi pada masa kehamilan. 


    6. Asparagus menurunkan resiko diabetes tipe 2

    Kandungan anti-inflamasi dan anti-oksidan tinggi dalam asparagus menjadikan asparagus makanan pencegah diabetes yang baik. Penelitian menunjukkan hasil signifikan dan membuktikan bahwa asparagus membantu mengendalikan kadar gula darah, meningkatkan pengeluaran insulin, dan menyediakan efek anti-diabetes.

    Manfaat ini juga diperoleh dari kandungan mineral chromium dalam asparagus yang berperan penting dalam mengatur kadar gula darah dalam tubuh.


    7. Asparagus mencegah osteoporosis

    Kekurangan vitamin K berkaitan dengan tingginya resiko pengeroposan tulang. Satu gelas asparagus memenuhi 70% kebutuhan vitamin K per hari. Mengkonsumsi cukup vitamin K setiap hari bisa meningkatkan kesehatan tulang dengan meningkatkan penyerapan kalsium dan mengurangi pelepasan kalsium lewat air kencing.

    Zat besi dalam asparagus juga berperan penting dalam menjaga kekuatan dan elastisitas tulang dan sendi. Sehingga asparagus baik untuk kesehatan tulang secara keseluruhan.


    8. Asparagus mencegah epilepsi

    Epilepsi adalah gangguan kronis yang mempengaruhi otak, dan menyebabkan sawan atau kejang yang berulang. Otak mengirim sinyal abnormal sebagai hasil dari perubahan yang tidak bisa dicegah dalam jaringan-jaringan otak. Akar asparagus racemosus bisa digunakan sebagai anti-epilepsi, dan membantu menyembuhkan gejala-gejala epilepsi.


    9. Asparagus menyembuhkan tuberkulosis

    Asparagus dikenal efektif menyembuhkan bronkitis dan tuberkulosis. Asparagus meningkatkan efisiensi fungsi jaringan paru-paru, dan membantu merawat infeksi tenggorokan. 


    10. Asparagus meredakan rematik

    Rheumatoid artritis adalah kondisi kronis yang menyebabkan radang sendi. Penelitian menunjukkan bahwa mengkonsumsi makanan kaya folate seperti asparagus, bisa membantu meredakan nyeri yang berhubungan dengan artritis.


    Manfaat lain dari asparagus adalah sebagai obat anti-depresi, membantu meningkatkan daya ingat, meningkatkan produksi dan pengeluaran estrogen, dan memiliki efek menenangkan susunan syaraf. Sebagai sumber vitamin A, asparagus juga penting untuk kesehatan penglihatan, dan melindungi retina dari kerusakan.

    Meski memiliki banyak manfaat kesehatan, terlalu banyak mengkonsumsi asparagus mungkin bisa menyebabkan batu ginjal, reaksi alergi, dan air kencing berbau tajam pada sebagian orang.
    Karena itu, pastikan terlebih dahulu bahwa Anda tidak memiliki alergi asparagus, dan makanlah asparagus dalam jumlah wajar agar tidak mengganggu kesehatan.


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini